Wednesday, March 31, 2010

Sahabat...

Di atas jalan ini kita menemukan pertolongan-pertolongan Allah tiap siap dan ketika. Kadang kita terlalu penat tetapi Allah menghantar sahabat-sahabat untuk membantu dan sejujurnya kita terlalu menyayangi mereka. Satu perkara yang saya amati sejak dulu adalah keakraban dan bahang ukhwah itu benar-benar kita rasai di saat kita bergerak melaksanakan kerja-kerja kita.

Minggu ini saya kepenatan yang amat. Keluar awal pagi dan pulang lewat petang. Kerja-kerja akademik juga menanti. Tertangguh beberapa tugasan. Tapi ada sahabat yang menolong membantu menyiapkan tugasan saya yang tergendala. Bagai mahu menitis air mata saya saat dia melakukannya dengan rela hati sedang tugasan-tugasan itu terpikul di bahu saya sebenarnya. Siapa mereka ya rabb? Mereka yang mengerti kesusahan yang dilalui dan mengambil sedikit beban dari diri ini. Ya Rabb, aku terlalu menyayangi mereka.

Saya ingat lagi hari pertama saya di HKL. Sejujurnya saya tidak tahu jalan ke HKL. Ada kawan-kawan lain yang konvoi ke sana pada hari Ahad sedang saya masih mempunyai usrah pada Ahad malam dan hanya boleh bergerak pada hari Isnin pagi. Seorang sahabat menghulurkan bantuan. Saat dia ingin pulang ke KL pada hari Sabtu, dia mengajak saya sekali. Dia tunjukkan saya jalan, tempat di mana kelas akan berlangsung, tempat parking dan lainnya. Terharu yang amat saat itu. Saat saya mengucapkan terima kasih padanya, katanya – “Allah yang tolong. Ucap Alhamdulillah”. Masya Allah! Tidak mungkin saya mampu membalas bantuan sahabat-sahabat ini.

Tadi seorang adik mesej. “Salam, kak fira. Nak minta kerja”. Masya Allah, sekali lagi air mata ini meluncur laju. Sudah sekian lama rasanya saya menanti insan-insan ini yang ingin bersama-sama bekerja di atas jalan dakwah dan tarbiah ini.

Teringat kata-kata Saidina Omar kepada sahabatnya: ” Impikanlah!” Seorang pemuda berkata: ”Aku mengimpikan jika sekiranya negeri ini dipenuhi dengan emas lalu aku infakkan pada jalan Allah.” Omar berkata lagi: “Impikanlah”. Seorang pemuda berkata: “Aku mengimpikan jika negeri ini dipenuhi dengan batu permata lalu aku infakkan pada jalan Allah.” Omar berkata lagi: “Impikanlah”. Mereka berkata: “Kami tidak tahu apa yang hendak dikatakan wahai Amirul Mukminin” Omarpun berkata: “Aku mengimpikan rijal seperti Abu Ubaidah bin al Jarrah, Muaz bin Jabal dan Salim, hamba Abu Huzaifah. Lalu aku meminta pertolongan dari mereka untuk meninggikan kalimah Allah”.

Ada yang pernah meninggalkan komen menanyakan adakah cukup sekiranya kita hanya hidup dan berdakwah dalam lingkungan adik-adik yang inginkan Islam? Sejujurnya jawapannya tidak. Tapi lihatlah dengan mata hati. Kelak kalian akan melihat bahawa mereka yang berada di jalan ini masih kekurangan tenaga, masih kekurangan kekuatan, kaki dan tangan untuk terusan bekerja. Dan setiap saat mereka menanti agar di sana ada insan yang sudi berkongsi kerja-kerja ini.

Tak perlu ribuan, ratusan atau puluhan bahkan satupun jumlah mereka yang ingin bekerja telah mampu memberi ruh baru bagi kehidupan umat. Imam Syahid Hasan Al Banna membahasakan pemuda dengan ungkapan indah : “Kalian adalah ruh baru yang mengalir di dalam tubuh umat”.

Sungguh tidak kan pernah da’wah ini kehabisan pendukung dan pembelanya, karena da’wah ini milik Allah maka Dia yang akan menjaganya.

"Sesungguhnya, seorang muslim itu, apabila berjalan di jalan dakwah, ia tidak berjalan dengan hatinya sahaja, bahkan, dibawa bersama hati saudaranya, justeru itu, setiap pahala yang didapati sepanjang perjalanannya, pasti akan terbias untuk saudara perjuangannya".(Mustafa Masyhur)

Terima kasih sahabatku..

No comments:

There was an error in this gadget