Wednesday, January 13, 2016

Kebaikan yang mencurah-curah

Perlu menulis kembali. Berdepan dengan kegagalan dan jatuh bangun kehidupan. Pasti ada hikmah yang akan digarap. Pastinya perlu membuang rasa rendah diri yang membunuh untuk memberi.

Perkara itu telah lama berlalu namun menjejaskan keyakinan diri saya selama ini. Ada kekuatan yang Allah beri untuk mendepani hari-hari kini.

Siapa yang tidak pernah gagal? Yang penting, adalah cara kita menghadapi kegagalan itu.

Itu yang saya pelajari setelah lama membisu.

Hari itu adalah hari konvokesyen saya. Dan saya telah pun memulakan housemanship. Namun kata-kata seorang pensyarah meremukkan hati saya. Keputusan peperiksaan klinikal saya tidak berapa baik. Markah keseluruhan yang menyelamatkan saya. Ya, hari konvokesyen dan saya menangis. Tamparan hebat kehidupan. Dan saya melalui hari-hari seterusnya sebagai pegawai perubatan dengan inferiority complex yang teruk.

Kemudiannya setelah menamatkan housemanship, masih teringat pertemuan dengan seorang sahabat saat mengetahui permukiman ilmu saya di tempat baru. "Ingat lagi kata Prof X? Kalau ada dua doktor, kita pasti ingin dirawat oleh doktor yang lebih cemerlang dalam akademiknya."

Ya, saya masih diadili oleh hari-hari lalu. Manusia kadang tidak menyedari racunnya kata-kata.

Namun Allah yang lebih tahu dan lebih mengenali kita, yang tidak mengadili kita. Keadilannya dalam menilai seorang hamba berbeza dari kaca mata manusia biasa.

Dan Allah temukan saya dengan kebaikan yang lebih mencurah-curah. Memahami kasih sayang Allah membuatkan saya lebih bersemangat melalui hari-hari kini. Ya rabb, izinkan diri ini untuk menintakan kebaikanMu yang tidak akan pernah mampu untuk  diri ini menghitungnya.

No comments:

There was an error in this gadget