Monday, September 24, 2012

Aduh!

Pemikiran..Aduh!

-----------------------------------

Amat heran saya mendengar kata-kata yang dipakai sebagai alasan untuk menunda pernikahan. “Akhi..”, dengan penuh lembut seorang ikhwan pernah berkata, “Saya kira antum berbicara tentang pernikahan bukan dengan orang yang tepat. Saya ingin menikah, InsyaAllah nanti setelah mengoptimalkan produktivitas dakwah saya. Ada banyak hal yang belum saya lakukan. Kontribusi dakwah saya masih terlalu kecil.

Saya masih jauh dari kualifikasi pemuda yang digambarkan sebagai jundi da’wah. Apa kita nggak malu, bahwa yang kita bicarakan pernikahan, pernikahan dan pernikahan? Lihatlah pemuda-pemuda seperti Usamah ibn Zaid yang menjadi panglima besar di usia 18 tahun. Lihatlah Mush’ab ibn ‘Umair yang di usia duapuluhan menjadi duta untuk membuka da’wah di Madinah. Lihatlah Ali ibn Abi Thallib..”

Allaahu Akbar! Secara pribadi, saya terkagum pada ghirah da’wah beliau yang setegar gunung dan sekukuh karang. Semoga Allah menguatkannya selalu. Hanya saja, saya menganggap bahwa cara berfikir beliau ini berbahaya. Mungkin saya subjektif. Tetapi tersirat dalam kalimat beliau, seolah ada pertentangan antara produktivitas da’wah dengan pernikahan. Sepertinya, kalau sudah menikah maka kita tidak bisa meneladani Usamah, Mush’ab dan ‘Ali. Sepertinya sesudah menikah, tidak memungkinkan menjadi aktivis dengan kemuliaan sebagaimana ketika kita belum menikah. Seolah-olah, puncak prestasi dakwah selalu kita raih sebelum kita menikah.

No comments:

There was an error in this gadget