Saturday, January 09, 2010

Jiwa Lawwamah...


Mungkin saya terlambat mengikuti perkembangan nasyid. Lama dah ramai orang promosikan lagu Maher Zain cuma baru-baru ini baru rasa nak dengar. Lagu itu macam menyentuh hati jugalah sebab saya dengar masa saya sedih. Sebelumnya saya hanyut dengan lagu-lagu Benammi.

Tapi satu tabiat buruk saya ialah saya akan mendengar satu-satu lagu kegemaran saya sehingga saya bosan. Adik-adik saya paling tidak suka dengan tabiat saya yang ini. Sebabnya banyak lagu-lagu best yang akan saya ulang-ulang dengar sehingga mereka juga akan merasakan lagu tersebut tidak best. Banyak CD dalam kereta juga yang saya kira sudah begitu membosankan dan terbiar bersadai. Lagu Maher Zain yang baru saya dengar beberapa hari juga sudah membosankan saya.

Tapi korang perasan tak satu perkara dengan Quran? Quran tidak pernah membosankan. Misalnya, saya jatuh cinta dengan Surah AlQiyamah semasa saya di matrikulasi kerana alunan Sheikh Fahd Kanderi yang begitu menyentuh hati tapi sehingga saat ini saya masih mencintai surah ini. Masih terasa lagi kegerunan surah ini dan air mata masih terus menitis. Dan kecintaan saya terhadap surah ini bertambah-tambah apabila membaca kupasan atau tulisan tentangnya.

Bila Quran akan membosankan? Bila hati tidak suci. Kata Saidina Uthman – Hati yang suci tidak akan pernah puas membaca Quran. Makanya bila kita rasa lemah nak mengaji Quran, selidikilah hati. Huhu, saya pun kena selalu periksa hati nampaknya sebab selalu sahaja rasa lemah nak mengaji.

Terlanjur berbicara tentang Surah Qiyamah, saya cuba berkongsi sedikit pembacaan saya tentang surah ini. Kenapa saya rasa Surah Qiyamah best dan menyentuh hati? Sebab Allah bersumpah dengan jiwa lawwamah (yang suka mencela), yakni jiwa yang selalu mencela pemiliknya. Selalu kan kita buat dosa dan kita rasa bersalah sangat? Kita rasa menyesal kan melanggar hak Allah? Allah berbicara tentang jiwa ini.

”Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. (Surah AlQiyamah:1-2)

Ayat ini perlu kita renungi. Di saat Allah berbicara dengan kita mengenai hari kiamat, Dia mengaitkan jiwa lawwamah dengan ayat tersebut. Surah AlQiyamah dari awal sampai akhir mengupas hari kiamat, dan ketika itu pula jiwa ini hadir di sela-selanya. Renungkanlah.

”Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira bahawa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya”. (Surah AlQiyamah:1-3)

Ayat-ayat yang berikutnya juga berbicara tentang kiamat.

’Maka apabila mata terbelalak (ketakutan). Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan matahari dan bulan dikumpulkan”. (Surah AlQiyamah: 7-9)

Sepanjang surah ini, Allah berbicara mengenai hari kiamat dan jiwa lawwamah sehingga manusia banyak terpengaruh dengannya, dan menghafalkannya. Jiwa lawwamah sangat terkait dengan hari kiamat.

Hebat kan bila Allah sendiri yang bersumpah dengan dua hal – hari kiamat dan jiwa lawwamah. Terasa sesuatu yang begitu menusuk hati. Jiwa lawwamah selalu perlu diingatkan dengan hari kiamat. Barangsiapa yang ingin memiliki jiwa lawwamah, maka ingatkanlah selalu diri dengan hari kiamat dan siapa yang ingin memiliki jiwa yang selalu takut dan siap-siap menghadapi pertemuan dengan Allah di hari kiamat, jagalah jiwa lawwamah dalam dirinya.

Jika ia mencela dirinya kerana berbuat dosa, ia langsung mengingat hari kiamat. Dan jika ia mengingat kiamat, maka ia akan mencela dirinya. Kedua hal itu saling mempengaruhi satu sama lain sehingga membentuk hubungan langsung.

Namun ketika Allah berbicara tentang jiwa lawwamah dalam surah ini Dia juga menggambarkan lawan dari jiwa lawwamah iaitu jiwa ammarah. Dia berfirman:

”Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus. Ia bertanya, ”Bilakah hari kiamat?” (AlQiyamah:5-6)

Pemilik jiwa ammarah selalu ingin berbuat kemaksiatan di masa mendatang dan selalu bertanya bila hari kiamat akan terjadi kerana ia ingin berbuat kefajiran (maksiat) di masa mendatang. Ia enggan mengingat-ingat hari kiamat kerana jiwanya bukan jiwa lawwamah. Ya Allah, jauhkan kami dari jiwa ini..

Jom tadabbur surah ini! Renungkanlah, keterkaitan yang kuat antara jiwa lawwamah dan hari kiamat telah menjadikan dua hal ini dibahas dalam satu surah.

Hmm..Saya dah tengok filem 2012 tapi serius tidak ngeri sangat macam apa yang Allah gambarkan tentang kiamat terutamanya dalam juzu’ Naba’ dan surah-surah lain. Cuma menonton untuk mengambil iktibar. Sejujurnya dokumentari tentang tsunami lebih mengerikan.

No comments:

There was an error in this gadget