Friday, December 15, 2006

Mimpi?

Esok adalah final pathology. Alhamdulillah, saya lulus untuk kedua-dua continuous assessment sebelum ini. Setakat lulus namun bukan terbaik. Bahasa mudahnya, lulus tapi tidak excellence. Tapi pastinya itu yang terbaik yang Allah tetapkan untuk saya. Percayalah, Afeera. Percayalah..

“Tiada satu bencana pun yang menimpa di bumi (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”.


Dalam tekanan menghadapi ambang peperiksaan, saya membuka Alquran. Dan ayat itulah yang terdampar di hadapan mata. Besar maknanya buat saya. Terlalu mendalam dan membekas di dalam sanubari.

Beberapa hari ini , saya teruji dengan sesuatu. Saya luahkannya pada Allah, dan kemudian saya tertidur. Saya bermimpi seseorang membacakan bait-bait yang begitu indah, dan saya berasa gembira sebaik bangun dari tidur tersebut.

Saya gagal mengingati mimpi tersebut keseluruhannya. Tapi saya percaya mimpi itu sangat indah. Di antara kata- katanya yang saya fahami, namun terlupa akan bait yang sebenarnya - “Sekiranya ingin meluahkan perasaan, buatlah qiamullail dan luahkan segalanya pada Allah. Sekiranya merindui manusia dan teringin melihat wajahnya, adalah lebih baik menatap frame Alquran”.

Sukar memahami maksud mimpi tersebut, tapi mimpi itu sentiasa bermain dalam fikiran saya sehari dua ini. Siapakah insan yang membacakan bait-bait tersebut. Kabur, tapi saya ingin sekali berjumpanya. Mimpi? Antara realiti dan fantasi.

No comments:

There was an error in this gadget