Sunday, September 09, 2007

Keutamaan Rasulullah Bahagian 1

Sahabat maya yang dikasihi sekalian, maafkan saya andai marsum maya yang dinanti tidak kunjung tiba. Kekangan masa kadangkala membataskan ruang untuk menulis. Idea pula kadangkala kering. Namun sering terselit di hati tanggungjawab untuk menulis, berkongsi sesuatu dengan kalian.

Terdapat dua hadis yang sering menyapa gegendang telinga kita yang sewajarnya menjadi renungan kita bersama. Hadist dari Abu Hurairah yang telah disepakati al-Bukhary dan Muslim, Rasulullaah Shalallaahu 'alaihy wasallam bersabda:

"Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,yaitu:

  • Pemimpin yang adil
  • Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
  • Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid
  • Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah
  • Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, "Aku takut kepada Allah"
  • Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
  • Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya."
Dalam riwayat Muslim yang lain, hadist dari Abu Hurairah, Rasulullaah Shalallaahu 'alaihy wasallam bersabda:

Sesungguhnya kelak di hari kiamat, Allah akan berfirman, "Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku" "Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai . Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya, maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian".

Masya Allah, hadis-hadis ini akan menggoncang hati setiap Muslim yang mengaku beriman kepada Allah. Di saat matahari hanya sejengkal dari kepala, di saat jutaan manusia bermandi peluh sendiri, terdapat golongan yang mendapat naungan Allah. Tidak dapat kita nak gambarkan suasana kelam kabut tersebut dan alangkah beruntungnya seandainya diri terpilih untuk berada di bawah naungan Allah. Moga pertemuan kita melalui warkah-warkah maya ini akan membuahkan rasa ukhwah di mana pertemuan dan perpisahan itu hanya kerana Allah. Moga kita menjadi golongan yang dipilih Allah untuk berada di bawah naungannya.

Sahabat-sahabat sekalian,

Kita berada di bulan-bulan pilihan saat ini. Ramadhan akan menyusul dalam masa beberapa hari sahaja lagi. Dalam kesempatan yang ada ini, ingin sekali rasanya berkongsi pengisian yang saya perolehi dari Ustaz Alwi AlAttas mengenai keutamaan Rasulullah agar menjadi motivasi buat kita untuk melalui Ramadhan ini dengan lebih bermakna.

Barangkali catatan saya ini ada cacat celanya dan saya yakin bahawa saya tidak akan sesekali mampu untuk menggambarkan peribadi agung ini. Saya mohon jasa baik sahabat-sahabat sekalian untuk membetulkan sebarang kesilapan yang ada dalam catatan yang tidak seberapa ini.

Kita imbas kembali salah satu episod sirah nabawiyah iaitu kisah Fathu Mekah (pembukaan kota Mekah). Catatan sirah ini terjadi di dalam bulan Ramadhan setelah kaum Musyrikin Mekah mengkhianati perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah mengumpul pengikutnya secara rahsia untuk menyerang Mekah. Namun tiada seorang sahabat pun yang mengetahui tujuan Rasulullah berbuat demikian hatta isterinya, Saidatina Aisyah juga tidak mengetahui tujuan Rasulullah. Rasulullah benar-benar menjaga kerahsiaan (sirr).

Rasulullah berjaya mengumpul 10 000 orang. Barangkali kita rasakan jumlah itu kecil, tapi di zaman itu, 10000 orang merupakan satu jumlah yang besar dan luar biasa. Maka berangkatlah 10000 ini dari Madinah menuju Mekah. Penduduk Mekah tidak mengetahui keberangkatan ini dan hanya dapat menghidu kehadiran 10 000 orang setelah jarak yang memisahkan Mekah dan pengikut Rasulullah kira-kira 2 km. Di sana tentera Islam berkumpul dan menyalakan obor. Penduduk Mekah keheranan dan akhirnya memaksa Abu Sufian yang memipin kota Mekah saat itu untuk bertemu dengan Rasulullah.

Di saat Rasulullah bertemu dengan Abu Sufian, Rasulullah menegaskan, “Barangsiapa yang tinggal di dalam masjid, di akan aman. Barangsiapa yang tinggal di rumah Abu Sufian dia akan aman, dan barangsiapa yang tinggal di dalam rumah masing-masing, dia juga akan aman”.

Kemudian Rasulullah mengarahkan Abbas membawa pulang Abu Sufian, tapi Rasulullah meminta Abbas membawa Abu Sufian ke kawasan yang tinggi sebelum menuju Mekah. Apa tujuan Rasulullah berbuat demikian? Rasulullah tidak ingin Abu Sufian berpaling atau mengubah fikirannya untuk berperang. Di kawasan yang tinggi, Abu Sufian berasa heran melihat terlalu ramai kabilah dan Abbas menjelaskan bahawa kesemua kabilah itu adalah pengikut Rasulullah.

Apa yang membuatkan Abu Sufian keheranan? Kerana Rasulullah hanyalah seorang anak yatim, tiada harta, hanya merupakan seorang pengembala kambing, tiada pengaruh, bukan orator (penceramah), bukan penyair, dan tiada anak lelaki dewasa yang bersamanya. Apa yang ada pada Rasulullah? Hanya kejujuran dan akhlak yang mulia yang bukan hanya diakui oleh mereka yang Muslim tetapi juga mereka yang tidak beriman kepada Allah. Maka Abbas menjelaskan itulah tanda-tanda kenabian.

Nama Rasulullah tetap harum hingga di abad ini. Ramai orang yang terkenal yang membawa perubahan dalam peradaban manusia namun Rasulullah tetap merupakan manusia nombor satu yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia di dalam buku karangan Michael H. Hart bertajuk ’The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History. Michael H. Hart, penulis terkenal itu telah menulis dalam bukunya mengenai 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah sejarah peradaban dunia. Sejarah ringkas setiap seorang tokoh dan sebab-sebab mengapa mereka menduduki tempat-tempat sedemikian juga di jelaskan. Buku itu yang terjual dengan laris nya dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Antara tokoh yang tersenarai dalam senaraikan dalam daftar tersebut: 1.Nabi Muhammad, 2.Isaac Newton, 3. Nabi Isa, 4. Buddha,5. Confucius,6.St. Paul....dan seterusnya yang boleh didapati di web, http://www.adherents.com/adh_influ.html.

Banyak kalangan, terutama dari kalangan nonmuslim, memperdebatkan dan mempersoalkan mengapa Rasulullah ditempatkannya pada urutan pertama, sedangkan Nabi Isa terdapat di urutan ketiga. Namun, tidak sedikit pula kalangan yang menganggap tulisan Hart itu sangat objektif dan berdasarkan fakta-fakta sejarah yang boleh dipertanggungjawabkan.

Michael Hart mengungkapkan bahwa pemilihan nama dan urutan tersebut berdasarkan fakta sejarah bahwa mereka adalah orang-orang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. Lantas, mengapa Rasulullah terpilih menempati urutan pertama sedangkan Nabi Isa urutan ketiga? Michael Hart menjelaskan bahwa ia melihat Rasulullah memiliki pengaruh peribadi lebih besar dalam pembinaan Agama Islam jika dibandingkan dengan Nabi Isa dalam pembinaan Agama Kristian. Rasulullah adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih berbagai kejayaan luar biasa jika diukur dari ukuran agama maupun urusan dunia. Walaupun Rasulullah berasal dari keluarga yang sederhana, namun mampu menyebarkan ajaran agama Islam secara gemilang. Dalam pada itu Rasulullah tampil sebagai seorang pemimpin yang dipercayai, tulin dan efektif. Kini setelah berbelas abad berlalu, ternyata pengaruh itu tetap kuat dan mengakar secara mendalam dalam jiwa umat.

Sebenarnya, menurut statistik terkini, jumlah penganut agama Kristian, lebih besar daripada agama Islam. Namun Michael Hart menjelaskan alasan dan argumennya. Menurutnya Rasulullah memainkan peranan jauh lebih penting dalam mengembangkan Agama Islam daripada peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Walaupun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Agama Nasrani, tetapi pemegang peranan penting nya adalah St. Paul. Beliau adalah tokoh utama penyebar teologi Kristian kepada masyarakatnya. Lain halnya dengan Rasulullah, bukan saja bertanggung jawab terhadap asas akidah dan teologi Islam tetapi merangkumi pokok-pokok etika, akhlak dan moralnya. Rasulullah malah memerintahkan untuk menghafaz dan mencatit ayat-ayat Al Quran dengan penuh kesungguhan semasa Rasulullah masih hidup. Kemudian tulisan-tulisan itu dihimpun dalam satu kitab yang sangat mantap setelah Rasulullah wafat.

Rasulullah bukan sekadar pemimpin agama tetapi juga pemimpin bertaraf dunia. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang lahir di tanah Arab yang gersang dan tidak pernah dihirau orang di zaman itu. Akhirnya Rasulullah mampu menakluki berbagai daerah dan menguasai empayar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa lain yang tertindas ketika itu. Perkara ajaib ini belum pernah terjadi di Semenanjung Arab sebelum Rasulullah lahir. Apabila Rasulullah wafat, sejarah mencatat bahwa apa yang telah Rasulullah capai adalah satu prestasi yang mengkagumkan. Pencapaian dan pengaruh hebat Rasulullah telah mengubah corak peradaban dunia yang tidak dapat ditandingi oleh manusia lainnya. Pengkagum Rasulullah bukan hanya dari kalangan Islam, bahkan dari kalangan non-Islam yang tidak jemu-jemu menggali sejarah, sabda, serta ayat-ayat yang Rasulullah bawa.

Akan bersambung..

Saturday, September 08, 2007

Ashabul Kahfi...

Semalam saya menghadiri kuliah Dr Zainur Rasyid. Sejujurnya saya terasa begitu tertekan saat diberitakan segala macam kezaliman yang menimpa umat Islam. Sampai ada kalanya saya tidak ingin memandang slide yang dipaparkan kerana hati saya begitu terluka. Kezaliman yang sukar saya bayangkan dengan kata-kata. Saya terasa seperti ingin menangis di satu penjuru dengan sepuas-puasnya agar terluah segala tekanan yang saya rasakan.

Di Bosnia, parut digunakan untuk memarut tubuh saudara seislam. Di Fallujah, bom yang dicipta tidak membakar baju atau pakaian tapi spesifik untuk membakar kulit manusia.

Satu soalan diajukan. Adakah umat ini mempunyai harapan? Dan harapan tersebut terletak pada siapa? Saya tahu umat mempunyai harapan tapi bila saya melihat realiti yang dipaparkan, hati seakan tercalar. Saya terasa lemah sekali. Saya terasa seperti tiada apa pun yang mampu saya lakukan. Rasa berdosa terhadap saudara seislam sendiri begitu saya rasakan. Malah sewaktu saya menintakan tulisan ini, air mata masih bercucuran membasahi pupil mata.

Kemudian Dr Zainur Rasyid menceritakan kisah mengenai Ashabul Kahfi. Cukuplah kisah ini yang meyakinkan saya dengan sebenar-benarnya bahawa umat ini masih mempunyai harapan. Saya memetik artikel kisah Ashabul Kahfi yang saya perolehi di laman maya dan Insya Allah, di pengakhirannya kisah ini, saya akan menceritakan mengapa ianya begitu terkesan di hati saya:

{ Ashabul kahfi merupakan sebuah cerita teladan yang disebutkan di dalam al-Quran pada surat al-Kahfi ayat 9 sampai dengan ayat 26 dari 110 jumlah ayatnya. Cerita ini mengisahkan beberapa penghuni gua yang mengandung i’tibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.

Cerita ini bermula dari sebuah kota, terletak di antara dataran luas yang sangat subur.Kebanyakan mata pencarian penduduk negeri ini adalah bercucuk tanam dan berkebun dengan menanam pohon kurma, buah-buahan jeruk, anggur dan semangka. Sebagian penduduk yang lainnya menternak haiwan seperti sapi, kambing, biri-biri dan unta, sehingga mereka hidup makmur, mereka makan hasil buminya dengan nikmat dan hidup damai sejahtera.

Agama yang dipeluk penduduk ini dan keyakinan mereka, sebagaimana penduduk negeri-negeri lain di dunia ini adalah bermacam-macam. Sebagian mereka ada yang beriman kepada Allah dan RasulNya, tetapi sebagian besar mereka adalah penyembah berhala, patung dan menyembelih hewan kurban untuknya.

Yang memerintah negeri yang subur nan makmur ini adalah seorang Raja yang lebih condong kepada agama berhala penyembah patung dan mengajak orang lain dengan paksa agar turut menyembahnya, bila tidak mengikuti kehendaknya, rakyat mengalami penyiksaan yang sangat kejam.

Keadaan dan kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun lamanya di bawah kepemimpinannya, banyak diantara kamu muslimin mendapatkan siksaan yang luar biasa, sehingga tiada satu haripun bila ada berita yang sampai kepadanya tentang keberadaan seorang mukmin atau mukminah, pasti ditegakkan hukuman dengan menyiksanya atau menyembelihnya di depan umum, sehingga ia yakin benar dapat mencabut benih-benih iman dari dada penduduknya yang telah lama beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan kondisi politik dan sosial yang sangat menyulitkan kaum yang beriman kepada Allah inilah, masih ada beberapa orang yang beriman kepada Allah SWT secara sembunyi-sembunyi, karena mereka lebih takut kepada siksa Allah yang lebih kejam di hari kiamat kelak. Mereka dengan lantang penuh keberanian mendeklarasikan sikap untuk mengabaikan perintah pemimpin mereka. Mereka mampu menguasai diri, sebab mereka memiliki keoptimisan yang dibingkai ruh mas'uliyah (tanggung jawab), ruh isti'la (merasa tinggi) dan sosok kepemimpinan.
Sikap yang mereka lakukan adalah dengan tetap memegang teguh iman kepada Allah SWT dan memencilkan diri pada sebuah gua sebagai tempat berlindung seraya berdoa : “Wahai tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini”.

Namun, kehendak Allah menginginkan lain, Allah menidurkan mereka dan menutup telinga mereka dari segala kebisingan. Lalu setelah 309 tahun (Qomariyah) lamanya, Allah kembali membangunkan mereka.

Akhirnya, terbukalah segala keajaiban setelah mereka terjaga, terlebih setelah salah satu diantara mereka meminta kawannya untuk membeli sesuatu untuk mengisi perut yang kosong, mereka sedar, bahwa mereka berada di alam yang berbeza dengan zaman yang sebelumnya, mereka berada di lingkungan masyarakat yang majoriti penduduknya beragama islam dan mereka yakin, bahwa mereka adalah pelaku sejarah yang dapat menambah keimanan mereka dan kaum mukminin semua.

Demikianlah akhirnya, sesuai dengan janji Allah SWT, bahwa : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik” (al-Kahfi : 30). Sehingga mereka pun bergabung menjadi bagian dari masyarakat yang majoriti penduduknya beragama islam.}

Hebatnya kisah pemuda-pemuda ini. Pemuda ini melakar sejarah dan Allah mengiktiraf mereka..Kita tahu, bahwa bukti dan tanda kekuasaan Allah begitu banyak dan menuntut untuk direnungi serta diambil pelajaran ('ibrah). Tanda-tanda kekuasaan Allah SWT itu dipaparkan dalam berbagai bentuk dan cara, dimaksudkan agar manusia tidak bosan dan sedar serta segera mengakui kewahdaniyahan(keesaan)-Nya. Dan Ashabul kahfi adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. yang dipaparkan dalam bentuk kisah yang menarik dan patut direnungi, karena di dalamnya terdapat pelajaran bagi sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini.

Barangkali kita harus sepakat, bahwa sesungguhnya sejarah manusia itu akan terulang dari masa ke masa, meskipun perbezaan waktu, tempat dan pelaku, namun akan tetap sama seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Kerana pentingnya memahami dan menyedari pelajaran kisah ini, Allah sendiri tidak menyebutkan siapa nama pelaku-pelakunya, sebagaimana Allah tidak menyebutkan juga jumlah dan waktu terjadinya secara pasti. Yang jelas tujuannya agar manusia mengambil pelajaran, kemudian menjalani kehidupan dengan hidayahNya. Tujuan seperti inilah yang juga melatarbelakangi sebagian besar mufassirin dalam menyikapi kisah ini, semisal Ibnu Katsir, At-Thabari dan lain-lain.

Diantara saripati yang dapat kita ambil pelajaran dari kisah ashabul kahfi adalah: Tauhidullah (mengesakan Allah SWT). Menurut para Ulama, tauhid (mengesakan) kepada Allah SWT. terbagi menjadi tiga macam, pertama, tauhid al-Uluhiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam beribadah, yaitu meyakini, bahwa beribadah itu hanya ditujukan kepada Allah dan karena-Nya semata.

Kedua : Tauhid ar-Rububiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam perbuatan, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah lah sang maha pencipta, penguasa dan pengatur alam semesta.

Ketiga : Tauhid al-Shifat, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam sifat-Nya. Artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah Ta’ala dalam Dzat maupun Sifat.

Allah mengurniakan ilham buat pemuda ini. Pilihan para Ashabul kahfi untuk mengasingkan diri pada sebuah gua itu merupakan panggilan dari lubuk hati agar senantiasa dapat mempertahankan keyakinannya tentang islam, sekaligus menjalankan keyakinan itu pada tempat yang terhindar dari penglihatan manusia jelata. Sebab mereka yakin, bahwa penguasa yang sebenarnya adalah Allah SWT. bukan seorang raja yang sedang berkuasa di zamannya. Sebagaimana mereka juga sadar, bahwa segala keangkuhan sang raja, hanyalah gertakan semata-mata yang dapat sirna dengan berlalunya zaman.

Pengasingan diri yang mereka lakukan, juga merupakan wujud pengorbanan untuk meninggalkan segala kenikmatan duniawi untuk tujuan ukhrawi. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta dan tanah air demi menyelamatkan aqidah serta khawatir akan fitnah. Untuk itu bukan tidak mungkin kisah ini menjadi inspirasi bagi hijrah Rasulullah saw. Bersama Abu Bakar ra ke Madinah dan Hijrah pertama kaum muslimin ke Habsyah.

Pengasingan itu pula merupakan metodologi seorang rakyat menolak kebijakan pemimpinnya yang terbukti dengan kedzaliman dan kerakusan akan kepemimpinan & kekuasaan. Tentunya, sekiranya jumlah ashabul kahfi mencukupi, gelombang reformasi pun pasti akan terjadi.

Kisah ini saya rasakan terlalu akrab dengan saya. Di saat saya terasa begitu kerdil, tidak mampu melakukan apa-apa, kisah ini diceritakan. Kisah ini bercerita tentang keyakinan. Cuba bayangkan, dalam zaman kefasadan, terlalu banyak maksiat yang berlaku, hanya terdapat beberapa pemuda sahaja yang cuba menyelamatkan iman mereka. Kalau nak dibandingkan dengan kefasadan yang berlaku, seolah-olah terlalu kecil tindakan mereka. Tapi bila mereka terbangun dari lena, zaman sudah berubah. Zaman Islam berdiri megah. Cuba kita renungi sedalamnya pengajaran kisah ini. Segalanya yang kita lakukan mungkin tidak mampu nak mengubah sesuatu di zaman ini. Mungkin apa yang kita lakukan terlalu kecil. Tapi janji Allah tetap akan berlaku. Islam pasti akan menang. Perbuatan kecil yang kita lakukan, hasilnya mungkin akan dilihat setelah ribuan tahun. Barangkali kita tidak berpeluang untuk melihat hasilnya, tapi yakinlah segala yang dicita-citakan untuk melihat kembali kegemilangan Islam itu pasti akan berlaku semula. Demikianlah akhirnya, sesuai dengan janji Allah SWT, bahwa : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik” (al-Kahfi : 30).

Itsar...

Di saat saya tidak mampu menjawab soalan Dr Zainur Rasyid sewaktu pengisian “Di Antara Risalah dan Ijazah”, tulisan seorang sahabat maya di dunia blog datang menerpa benak minda.

Saya kongsikan tulisan beliau berkenaan dengan seorang alim, Syeikh Mohammad Ghazali.

Pernah diceritakan bahawa Syeikh Mohammad Ghazali, seorang syeikh dan tok guru yang terkenal juga di Mesir ini mempunyai seorang anak murid yang cukup bijak. Dapat menguasai ilmu syariah dengan baik, usuluddin atau apa-apa sahaja disiplin ilmu yang layak untuknya dalam berguru dengan Syeikh Mohammad Ghazali.

Lalu suatu hari, ketika ujian syafawi (lisan/oral) si murid tadi ditanya oleh Syeikh Mohammad Ghazali,"Di manakah letaknya bandar Dhaka?"

Lalu dijawab, "Di sebuah negara di Benua Afrika"

Sebenarnya Dhaka adalah ibu negara kepada Bangladesh dan pada ketika itu berlaku peristiwa pencerobohan dan serangan oleh tentera India keatas saudara-saudara kita di Bangladesh.

Lalu dibalas oleh Syeikh Mohammad Ghazali, "Aku tau dirimu memang pintar dan pandai, tapi aku tidak teragak-agak untuk memberi markah sifar '0' kepadamu kerana di saat umat Islam diserang dan dicerobohi, kamu tidak mengambil peduli dan mengetahui tentang hal mereka".

Muhasabah yang paling bermakna dalam hidup saya hari ini. Itsar (mengasihi sahabat melebihi diri sendiri) menjadi sesuatu yang mempunyai makna hari ini.

Wednesday, August 29, 2007

Pandangan..

Coretan saya ini hanya luahan hati saya semata-mata. Dan tidak sesekali nukilan yang terpendam lama di lubuk hati ini benar.

Sudah hampir 3 minggu saya di sini dan Hari Sukan sedang berlangsung dengan meriahnya. Namun ada sesuatu yang menggelisahkan hati saya. Saya memberi nama untuk bermain bola jaring tapi selama dua kali sesi pertandingan, saya tidak bermain. Sebabnya? Saya tidak suka ada lelaki yang memerhatikan permainan tersebut.

Saya tidak pasti apa sebenarnya yang saya lalui. Hal ini benar-benar menggelisahkan. Adakah saya terlalu kolot? Adakah saya tidak professional? Adakah saya mengalamai inferiority complex?? Saya tidak pasti tapi hati saya tidak menyukainya. Saya tidak suka apabila ada lelaki yang menjerit-jerit memanggil nama perempuan. Bahasa mudahnya, saya tidak suka kehadiran lelaki dalam sesi perlawanan.

Tanpa lelaki, saya yakin bahawa saya boleh bermain. Sekiranya saya perlu bermain futsal juga, saya akan bermain dengan sepenuh hati. Syaratnya, tanpa lelaki.

Permintaan saya ini pastinya asing di dunia yang telah hilang ciri keislamannya. Di sudut yang lain, saya ada seorang kawan. Dia ber‘couple’. Saya begitu hairan apabila dia tidak cemburu melihat ‘boyfriend’nya itu mengusha perempuan lain di hadapannya. Saya tanyakan, mengapa?? Mudah sahaja jawapan yang diberi. Dia juga mengusha lelaki lain di belakang ‘boyfriend’nya itu. Terkesima rasanya saya. Saya tidak pasti apa yang akan terjadi di alam rumah tangga mereka kelak.

Lelaki yang paling saya hormati di dunia ini adalah lelaki yang menjaga pandangannya. Lelaki ini sahaja yang akan membuat saya tertunduk malu. Tapi terlalu sukar untuk menemukannya. Saya temui ramai lelaki yang mampu berucap, memberi tazkirah, menyertai usrah, menghadiri program agama dan lainnya, tapi terlalu sukar untuk menemukan lelaki yang menjaga pandangan mata. Terlalu sukar. Terlalu sukar dan terlalu sukar. Dunia ini asing bagi saya dan sikap saya.

Saturday, August 18, 2007

Tidak bergaduh...

Assalamualaikum warahmatullahi taala wabarakatuh

Maafkan saya sekiranya saya tidak menulis begitu lama. Ada beberapa perkara yang perlu diuruskan. Saya akur dengan kelemahan diri. Kadangkala sanggup untuk menguruskan masa untuk segala aktiviti lain tapi bukan untuk menulis satu dua artikel agama. Seolah-olah urusan agama hanya apabila ‘ada masa’.

Hakikatnya seorang Muslim perlu melakukan sesuatu untuk agamanya meskipun ianya adalah perkara yang paling kecil. Menulis adalah tradisi ulama. Imam Syaukani dinasihati gurunya untuk menulis paling kurang dua baris sehari dan Imam Syaukani mematuhi nasihat gurunya itu. Hari ini kita dapat membaca karya-karya agungnya seperti Nailul Authar dan lainnya.

Attabari meminta sehelai kertas agar dia mampu menulis doa dan hadis yang baru dipelajari dari seorang ulama yang datang menziarahinya ketika di berada di ambang-ambang kesakitan sakaratulmaut. Hebat sekali ulama Islam dahulu.

Ingin sekali rasanya membaca tulisan sahabat-sahabat sekalian. Saya pasti terlalu banyak ilmu yang tersimpan di dada kalian. Berkongsilah kisah kalian kerana di sana terdapat insan-insan yang menantinya dengan hati yang terbuka.

Maafkan saya andai coretan saya ini tidak seberapa. Setakat ingin berkongsi secebis pengalaman yang saya lalui. Alhamdulillah, saya telah memulakan kembali sesi pengajian saya bermula hari Isnin yang lalu. Ada beberapa perkara rasanya yang ingin saya kongsikan dengan sahabat-sahabat sekalian. Hikmah dan segala petunjuk yang Allah hadirkan dalam kehidupan yang kadangkala indah untuk diterjemahkan dengan mata pena.

Semester ini dimulakan dengan block Urinary System. Bagi mereka yang bergelar pelajar perubatan, pastinya maklum dengan madah yang satu ini. Dapat saya simpulkan, madah ini berkenaan dengan sistem perkumuhan.

Organ penting yang saya pelajari adalah berkenaan dengan buah pinggang. Tidak pernah atma saya terasa dengan nikmat Allah yang satu ini. Cuma kata-kata seorang pensyarah mencambahkan minat untuk saya belajar mengerti rahsia yang tersirat di sebalik organ yang kecil ini.

Saya pasti sahabat-sahabat sekalian mempunyai kenalan yang menghadapi penyakit buah pinggang dan terpaksa melalui proses dialisis tiap minggu. Pertama kali saya menatap mesin dialisis sewaktu lawatan akademik ke hospital, tiada apa yang hadir dalam hati nurani saya. Bicara seorang pensyarah di sini selalu terkesan di sudut hati. Terasa kerdilnya diri ini.Mesin sebesar itu digunakan untuk menggantikan ciptaan Allah yang begitu kecil iaitu buah pinggang. Kerdilnya manusia.

Selama bertahun kita hidup di dunia, tidak pernah sesekali Allah meminta bayaran di atas nikmatnya buah pinggang yang kita miliki. Dan kadangkala kita tidak pernah terfikir pun mengenai hal ini, seperti mana bicara Syed Qutb, kita jarang bersyukur kerana kita sudah terbiasa dengan nikmat tersebut. Cuba bayangkan, kalau Allah tarik sekejap sahaja nikmat tersebut?Sekiranya sahabat-sahabat ingin melihat perbandingan di antara saiz mesin dialisis dan buah pinggang, gunakan sahaja laman carian google. Terlalu besar perbandingannya. Hebatnya buah pinggang ini, dia tidak pernah berehat. Bekerja kerana mematuhi perintah RabbNya.

“…tidak ada sesuatu melainkan bertasbih memujiNya, tetapi kamu tidak memahami tasbih mereka”. (Surah Isra’:44)

Ya, semua benda yang Allah ciptakan mematuhi perintah Allah cuma insan jarang kali ingin memahami. Cuba bayangkan sel-sel dalam badan yang bekerja mematuhi perintah Allah ini dipaksa melakukan maksiat. Sel-sel ini memberontak. Dengan sebab itu, hati yang suci akan terasa gelisah dengan maksiat kerana ia menyalahi fitrahnya.

Saya juga terkesan sewaktu mempelajari fisiologi (proses dan peranan) buah pinggang ini. Sewaktu kelas physiology berlangsung, pensyarah saya membahagikan kelas kepada dua untuk membincangkan kelebihan dua proses yang dilakukan oleh buah pinggang iaitu ‘glomerular filtration’ dan ‘tubular reabsorption’. Kedua-dua kumpulan berbahas menceritakan kelebihan masing-masing. Ada yang berkata sekiranya proses pertama tidak berlaku maka proses kedua juga tidak akan berlaku. Maka proses pertama adalah lebih baik. Ada pula yang memberi hujah mempertahankan proses kedua.

Akhirnya kami ditanya berkenaan dengan konklusi aktiviti tersebut. Saya terkesan dengan penjelasan dari pensyarah saya. Ketahuilah bahawa di dalam tubuh manusia yang normal, perdebatan seperti ini tidak akan berlaku. Tidak ada satu proses pun yang cuba mengatakan bahawa dirinya adalah terbaik. Tapi kesemua proses bersatu untuk menjalankan fungsi tubuh dengan baik. Masya Allah, terasa kehebatan Allah. Dengan ribuan malah jutaan proses di dalam tubuh manusia, tidak ada satu pun yang berselirat dalam tubuh manusia yang normal.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?". (Surah Ar Rahmaan : 13)

Buah pinggang yang kecil itu mengajar seribu satu hikmah. Tentang kerjasama dan lainnya. Usah takbur merasakan diri yang terbaik.

Terlalu banyak nikmat Allah yang perlu kita syukuri. Ketahuilah bahawa manusia itu terlalu kerdil Namun kekerdilan itu semacam tidak mendatangkan keinsafan dalam diri kita. Mengapa hati kita begitu keras? Tepuk dada, tanyalah iman.Dan pertama kali sebenarnya, saya mengetahui bahawa pengidap penyakit buah pinggang tidak mampu untuk kencing. Ya Allah, rupanya buang air kecil yang kita rasakan tiada apa-apa itu juga adalah nikmat. Bayangkan seminit, kalau Allah tarik nikmat tersebut?Rahmat Allah terlalu luas buat kita. Allah mengetahui sekecil-kecil perkara tentang kita. Cuba bayangkan setiap pokok yang ada di dunia ini. Terlalu banyak dan kita tidak pernah mampu untuk mengiranya. Tapi Allah, Dia mengetahui setiap helai daun yang gugur di muka bumi ini. Dan bagi pelajar perubatan, kita pasti mengatahui betapa tersusunnya ciptaan Allah di dalam badan kita hatta sehingga kepada struktur molecularnya. Dan Allah yang Maha Mengetahui semua ini pastinya mengetahui segala maksiat yang kita lakukan. Kerdilnya kita di sisiNya..

Tuesday, August 14, 2007

Selesai..

Alhamdulillah, Allah telah membantu saya meyelesaikan masalah. Insya Allah, saya masih di sini.

Monday, August 13, 2007

Jiwa..

Andai jiwa teresak-esak menangis, pastinya itu jiwa saya. Ribut badai yang melanda keluarga kerana perbuatan khianat seseorang membuatkan saya tertekan. Duit pengajian saya ‘dicurinya’.

Esok, saya mungkin dihalang dari meneruskan pengajian kerana masih belum menyelesaikan yuran. Ujian ini saya rasakan terlalu berat. Tangisan seakan mendayu-dayu.

Air mata tidak henti-henti di tubir mata. Mahu diberitakan pada siapa? Pada unit baitulmal yang tidak ingin memberikan sumbangan? Pada pihak MARA yang masih terusan bermesyuarat? Pada pihak YPJ yang hanya ingin memberi RM8000 dari jumlah yuran iaitu RM 50000? Mahu disampaikan pada pihak kolej agar mereka mengerti?

Terasa seram sejuk. Kegerunan melanda. Seakan-akan tidak cukup kekuatan menghadapi ujian yang satu ini.

Saya tidak mengemis mengharapkan biasiswa, saya mengemis hanya inginkan PINJAMAN.

Perjalanan hidup kadangkala merimaskan. Pastinya ada hikmah.

Penyakit pula acapkali menyerang. Ada cyst (ketumbuhan) sekecil 6.9 cm di dalam perut. Bayaran ujian darah dan ‘scan’ sahaja mencecah RM308. Saya terasa seolah-olah membebankan insan yang bernama ayah. Itu zahiriah. Penyakit maknawinya belum mampu saya nukilkan.

Tadi saya belajar mengenai buah pinggang. Ya Allah, adakah itu kelas saya yang terakhir? Jangan Ya Allah. Jangan sekali-kali. Hanya Engkau tempat saya meminta.

Ya Allah, tidak sesekali saya memilih bidang perubatan kerana diri saya sendiri. Saya hanya memilihnya kerana Islam. Banyak bidang lain yang boleh saya ceburi sekiranya berdasarkan minat. Tapi saya memilih mandala ini. Kerana Islam saya melakukannya, meskipun kadangkala saya seakan goyah. Kerana saudara seislam di Palestin dan lainnya saya memilih bidang ini. Permudahkanlah Ya Allah.

Oh ye, mengenai buah pinggang. Terasa kerdil diri ini. Darah yang dipam dari jantung ke seluruh badan memiliki tekanan yang paling tinggi. Darah ini yang akan sampai kepada buah pinggang juga. Tapi darah yang mempunyai tekanan yang tinggi ini perlu melalui seribu satu laluan agar tekanan darahnya berkurangan. Masya Allah, Allah tahu darah yang diperlukan oleh buah pinggang hanya memerlukan tekanan yang rendah. Maka Allah mencipta saluran darah yang banyak untuk dilalui oleh darah tersebut. Masya Allah, sekali lagi Allah menunjukkan kehebatanNya apabila dalam keadaan tekanan darah yang rendah, buah pinggal mempunyai kadar tapisan yang tinggi. Segala bahan toksik mampu ditapis oleh buah pinggang.

Begitu juga dengan ujian yang Allah timpakan. Kadangkala ujian itu besar. Sering melalui ujian yang besar membuatkan kita melihat ujian sebagai sesuatu yang kecil. Telah biasa diuji. Namun di penghujungnya, Allah ingin kita menjadi kuat.

Ya Allah, permudahkan segala ujian yang Engkau berikan.

Maakan saya andai entry ini bercelaru.

Thursday, August 02, 2007

Garam...

Bagaimana dengan hati? Masih bereaksi dengan dosa atau hati itu tidak terasa apa. Itu yang saya fikirkan. Masih bergelegak ke hati saya melihat maksiat? Maksiat perlu diubah dengan tangan, lisan ataupun yang paling lemah dengan hati.

Hati? Bergejolak ke hati dari dalam nurani sebagaimana bergejolaknya periuk di atas api melihat maksiat? Terbakar ke hati atas dengan kekecewaan dan kesedihan atas apa yang dilihat? Hancur ke hati sebagaimana larutnya garam dalam air atas apa yangdipersaksikan dari kemungkaran sedang ia tidak sanggup mengubahnya?

Gelora hati tidak akan tertahan selama-lamanya, tidak dapat tidak ia akan bernafas untuk menggambarkan dirinya dengan satu rupa atau dalam bentuk yang lain, kerana periuk itu bila bertambah kuat apinya, ia akan meletup atau pun hancur.

Amar maaruf terlalu senang. Nahi mungkar terlalu sukar. Di mana saya mutakhir ini?

Magic..

Saya minum air tanpa menggunakan cawan. Dapat bayangkan? Tidak sesuai bebenar. Mak saya larang. Tapi saya tidak dengar.

Tahu apa terjadi? Saya tersedak. Hmm, kalau di rumah, kami adik beradik akan namakannya ‘magic’.Itulah padahnya apabila tak dengar cakap mak.

Pada kami, mak memang pandai buat ‘magic’. Jangan tak dengar cakap mak lagik. Nanti kena ‘magic’. Huhu..

Seronok ke??

Malam masih tetap menggelisahkan. Saya tidak pasti makna sebuah pencarian. Cyst? Mahu diceritakan tapi biarkan dulu. Biarkan segalanya berlalu.

Ujian? Saya tidak terasa. Saya tidak terasa walaupun ramai yang berkata. Mengapa? Hati terlalu keras barangkali.

Sahabat? Teman? Kawan? Sukar saya fahami makna di sebalik semua ini.

Iman? Tidak berapa sihat. Saya rindu pengisian dari segelintir manusia.

Rindu? Tiada siapa untuk saya rindukan.

Al Quran? Sedikit menenangkan di saat kegelisahan. Di saat menghadapi malam yang penuh kejahatan.

6.9 cm? Angka yang bermain di fikiran.

Cuti? Kian berlalu. Sudah hampir 6 minggu. Tinggal beberapa hari sahaja lagi.

Garam? Di entri lain.

Ok, saya mahu mencuba untuk mematuhi sunnatullah. Tidur.

Wednesday, August 01, 2007

Mengapa??


Bohong. Tipu. Itu kerja ramai manusia di dunia ini. Saya temui ramai sekali penipu sejak akhir-akhir ini. Macam-macam penipuan yang dilakukan.

Ada yang menggunakan alasan untuk memeluk Islam dan menipu. Ada yang menipu atas nama Tuhan. Mengapa??

Saya rasa dunia bukan lagi tempat yang selamat. Terlalu sukar untuk menemui manusia baik. Sehinggakan ada yang mengatakan orang yang paling baik itu adalah orang yang paling jahat. Ada sedikit kebenaran barangkali. Kerana kebanyakan penipu yang saya temui adalah manusia-manusia yang berpura-pura baik.

Tidak ada lagikah ihsan? Merasakan Allah melihat perbuatan kita. Saya juga selalu terlupa sehingga sering melakukan dosa. Dosa saya biarlah Allah sahaja yang tahu. Dia tidak membongkar dosa saya, mengapa pula saya ingin membuka debu-debu dosa sendiri??

Kadangkala susah untuk melakukan kebaikan di zaman ini kerana terlalu sukar menemui manusia yang baik. Duit masjid juga dicuri. Di rumah Allah itu sendiri manusia melakukan kejahatan. Van juga dicuri di masjid ketika solat Jumaat.

Manusia menjadi penakut. Mereka yang bukan Muslim terpaksa membeli anjing dari spesies yang mahal untuk mengelak rompakan. Mereka yang bersenam dan berjalan di luar rumah kini tidak lagi keluar kerana bimbang dengan kes rogol.

Itu yang terjadi di kawasan perumahan saya. Pernah sahaja seorang wanita diragut di hadapan rumah saya. Tanda-tanda kopakan sang pencuri ada sahaja di pintu rumah saya.

Dunia tidak lagi selamat rasanya. Mengapa? Jawapannya mudah. Kerana hukum Allah tidak ditegakkan. Kamu mengaku Allah mencipta dirimu, bukan? Lantas mengapa kamu menidakkan hukum Allah? Seorang pencipta sahaja yang mengetahui apa yang terbaik untuk makluk ciptaannya. Allah sahaja yang mengetahui apa yang terbaik untuk manusia. Maka mengapa kamu menidakkannya???

Win-Win..

Saya terlalu gembira dengan tulisan Ustaz Hasrizal bertajuk Habit 4: Think Win-Win Untuk Survival Dakwah. Tulisan tersebut benar-benar adalah sesuatu yang saya pendamkan dan pernah diluahkan. Tapi sayang seribu kali sayang, tulisan saya tidak diapprove oleh moderator yahoogroup jemaah saya.

Barangkali mereka ada asbab yang jelas untuk menolak tulisan saya. Allahu A’lam.

Dalam senario yang lain, selalu sahaja ibu bapa merungut bahawa si anak tidak mahu mendengar kata. Tetapi apabila kata-kata yang sama dikatakan oleh motivator terkenal seperti Dr Fadzilah Kamsah, anak-anak itu mahu mendengar. Saya menganggap biarlah isu saya bersama jemaah juga begitu.

Barangkali mereka tidak mengendahkan tulisan saya, tapi biarlah mereka mengambil hikmah dari tulisan seorang ustaz yang telah lama berkecimpung dalam dunia dakwah. Itu doa saya.

Tuesday, July 31, 2007

Perjalanan..

Berkali-kali saya menukar template. Tapi jarang menambah entri. Cuti saya tinggal 10 hari lagi. Saya tidak mengambil short semester kerana saya lulus semua subjek. Alhamdulillah.

Saya ketandusan idea kerana konflik dalaman. Mana satu yang perlu saya percayai? Segala ilmu yang saya pelajari atau sesuatu yang berada di luar lingkungan saya?

Sinar malam kadangkala meresahkan. Kesukaran mematuhi sunnatullah di malam hari begitu menggelisahkan.

Biarkan segalanya berlalu. Hadapi hari mendatang dengan hati yang terbuka. Rona perjalanan kita bukannya ‘kebetulan’ kerana ‘kebetulan’ bertentangan dengan aqidah kita.

Wednesday, July 25, 2007

Dah sediakan passport?

Pernah pergi luar negara? Pastinya pernah, bukan? Banyak persediaan yang perlu dilakukan. Antaranya:

1) Tiket

2) Passport

3) Visa

4) Sijil Kesihatan

5) Pakaian (bersesuaian dengan musim destinasi yang dituju)

6) Duit (dalam currency yang betul)

7) Pastikan urusan di rumah selesai (contohnya bil air, bil elektrik dan lain-lain)

8) Meninggalkan seseorang yang dipercayai untuk menguruskan hal ehwal rumah

Begitulah juga dengan persediaan kita menuju destinasi yang dinamakan kematian. Hanya satu sahaja perbezaannya iaitu kita perlu bersedia tidak kira hari dan masa kerana kita tidak pasti dengan sebenarnya waktu berlepas bagi perjalanan ini. Tapi yang untungnya, kita tidak perlu memikirkan kos untuk membeli tiket kerana kos tiket ditanggung sepenuhnya oleh Pencipta kita.

Ada dua pilihan destinasi. Maka, passport dan visa memerlukan syarat yang berbeza. Kita tidak memerlukan passport seperti Malaysian, British, atau American. Bagi yang menginginkan keredhaan Allah (menuju syurga), urusan passport perlulah ditandatangani oleh Allah dan RasulNya. Dia juga perlu lulus beberapa syarat yang lain seperti mengakui keesaan Allah (tauhid), mengamalkan keadilan (Adala) dan juga kepercayaannya terhadap Hari Pengadilan (Qiyama). Visa kalimah ‘Laiha Illallah’ tidak akan tamat tempoh.

Bagi yang berminat untuk menuju ke destinasi yang kedua iaitu Jahannam, tiada syarat-syarat ketat yang dikenakan. Tidak perlu melakukan amalan seperti jujur, sabar, solat, zakat, amar maaruf nahi munkar dan lain-lain. Apa yang perlu dilakukan? Senang sahaja. Hanya perlu membuka aurat, pergi clubbing atau tempat-tempat maksiat, minuk arak, berhibur dengan hiburan yang tidak dibenarkan oleh syara’ dan lain-lain.

Pakaian untuk menaiki penerbangan ini amat mudah dicari, sangat ringkas dan kelihatan kasual iaitu kain kafan. Tidak perlu susah-susah mencari pakain berjenama seperti Pierre Cardin dan lain-lain.

Pastikan segala hutang telah diselesaikan. Solat-solat yang ditinggalkan telah diqadha’, puasa telah dibayar dan lainnya.

Pastikan peruntukan kewangan mencukupi dan dalam currency yang tepat. Sebabnya, satu-satunya currency yang dibenarkan di alam barzakh adalah amalan kebaikan. Selain amalan wajib dan perbuatan baik, adalah baik sekiranya kita telah menyediakan tabungan yang baik di dunia iaitu amal jariah seperti anak yang soleh, harta yang diinfaqkan dan juga ilmu yang bermanfaat.

Usah risau mengenai perjalanan ini. Maklumat mengenai destinasi yang dituju tidak akan ditemui di dalam mana-mana brochure perjalanan yang terkenal, tetapi ianya ada di dalam Al Quran dan Hadis.

Kita tidak akan menaiki MAS atau British Airways, sebaliknya kita akan menaiki Jenazah Airways.

Barang-barang seperti amalan kebaikan yang dibawa boleh sahaja melebihi muatan. Tiada caj tambahan yang akan dikenakan bagi barang yang berlebihan.

Pramugari adalah Izrael yang akan datang dalam rupa yang bersesuaian dengan amalan yang dilakukan.

Kita tidak akan berhenti di Jedaah International Terminal sebaliknya kita akan berhenti di Terminal Kubur.

Tiada penghawa dingin yang akan disediakan di kediaman kita kelak. Kita akan tinggal di sebuah bilik kecil sedalam 6 kaki.

Pegawai imigresen yang akan menentukan destinasi perjalanan kita adalah malaikat Munkar dan Nankir.

Perjalanan ini akan transit di alam barzakh.

Seperti yang disebutkan, destinasi terakhir yang akan dituju adalah syurga yang mengalir sungai-sungai susu di bawahnya atau neraka yang menyala dengan sedahsyat-dahsyatnya.

Jangan risau. Penerbangan ini tidak akan sesekali jatuh ke tangan pengganas. Usah risau tentang keracunan makanan atau sebarang alahan kerana makanan tidak akan disediakan sepanjang perjalanan.

Jangan sekali-kali gelisah tentang kelewatan berlepas kerana kita akan bertolak tepat pada waktunya. Tidak akan lambat walau sesaat.

Masalah tiket juga telah diselesaikan. Tiket telah ditempah semenjak kita di alam azali lagi.

Berita yang paling menggembirakan adalah kita tidak perlu memikirkan siapa yang akan duduk bersebelahan dengan kita sepanjang perjalanan kerana kita akan melalui perjalanan ini berseorangan. Bergembiralah sekiranya kita mampu bergembira di saat itu.

Perkara terkhir yang perlu diingatkan adalah perjalanan ini datang tanpa amaran. Adakah anda telah bersedia??

Sesungguhnya di sisi Allah pengetahuan yang tepat tentang hari kiamat dan Dialah jua Yang Menurunkan hujan dan Yang Mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang apa yang ada dalam rahim (ibu yang mengandung) dan tiada seseorang pun yang betul mengetahui apa yang akan diusahakannya esok (samada baik atau jahat); dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi negeri manakah dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Amat Meliputi pengetahuanNya. (Quran 31:34)

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya) dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang dia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat) dan (sekali lagi diingatkan): Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan. (Quran 59:18)

Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: Siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Dia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat); (Quran 67:2)

Tuesday, July 24, 2007

Tidur...

Terdapat sebuah kisah mengenai seorang peladang. Suatu hari, dia ingin mengambil seorang pekerja untuk membantunya menguruskan ladang yang begitu luas. Tidak ramai yang ingin bekerja kerana ladang tersebut terletak berdekatan dengan lautan. Angin kencang selalu melanda ladang tersebut.

Namun pada suatu hari datang seorang pemuda yang ingin bekerja di ladang tersebut. Si peladang menemu bual pemuda yang datang dari negeri yang jauh itu. Kata si pemuda, “Kelebihanku adalah aku boleh tidur ketika angin kencang berlaku”.

Si peladang keliru dengan apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut. Namun kerana terpaksa, peladang tersebut terpaksa mengambil si pemuda untuk bekerja. Pemuda tersebut berasa gembira dan mula bekerja dengan baik sekali.

Pada suatu hari, ketika sedang tidur,si peladang terdengar bunyi tiupan angin kencang. Dia bangun dari tidur, menuju ke pondok tempat si pemuda sedang berehat. Dia mengejutkan pemuda tersebut untuk membantunya mengikat haiwan-haiwan ternakan dan menguruskan perkara lainnya. Namun si pemuda itu menjawab, “Aku sudah katakan padamu bahawa aku boleh tidur ketika angin kencang berlaku”. Pemuda itu kemudiannya menyambung tidurnya yang telah terganggu.

Si peladang berasa marah dan berazam untuk memecat si pemuda keesokan harinya. Dia bergegas ke ladang untuk mengikat haiwan-haiwan ternakannya. Dia berasa terkejut apabila tiba di ladang tersebut. Haiwan-haiwan ternakannya telah diikat dan ladangnya berada dalam keadaan yang baik. Fahamlah dia akan apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut. Pemuda tersebut telah bersedia menghadapi segalanya.

Kisah pendek ini memberi pengajaran kepada kita. Ya, kita perlu bersedia. Sekiranya kita sedang belajar, usah belajar di saat akhir peperiksaan sehinggakan kita perlu berjaga malam menghabiskan silibus. Bagi yang sudah bersedia, malam peperiksaan merupakan kerehatan baginya.

Begitu juga bagi yang sudah bekerja. Usah tangguhkan pekerjaan yang diberi sehingga terpaksa mengqadha’kannya pada waktu yang lain.

Itu sahajakah persediaan yang perlu kita lakukan? Tidak. Persediaan yang paling besar adalah persediaan menghadapi akhirat. Dunia inilah tempat untuk kita melakukan persediaan. Hanya mereka yang telah bersedia sahaja yang tidak takut kepada kematian dan alam akhirat. Sama juga dengan peperiksaan, mereka yang bersedia sahaja akan menghadapinya dengan hati yang tenang.

Dunia jahiliyyah hari ini menemukan kita dengan ramai manusia yang menyangka bahawa dunia ini adalah penghujung segalanya. Hiburan di mana-mana.Betapa ramai insan-insan yang melupakan alam akhirat. Alam di mana hanya ada dua keputusan : Syurga atau Neraka. Lupakah kita dengan alam tersebut? Lupakah kita kehidupan di alam kubur? Siapakah yang diharapkan untuk menemani kita sekiranya bukan amalan kebaikan yang dilakukan? Maka bersedialah bermula dari saat ini.

Di dalam hadis Rasulullah disebut,"Apabila matinya anak Adam maka terputuslah segala amalannya melainkan tiga perkara iaitu sedekah jariah, anak yang soleh yang sentiasa mendoakan kedua ibu bapanya dan ilmu yang bermanfaat"

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (Surah Al Fatir:29)