Sunday, September 30, 2012

with Me...

Bila membaca tulisan seorang ukhti di hospital, air mata menitis jua. Jzkk ukhti.. Saya rindu tulisan yang membasahkan..Namun saya tahu akhawat super duper busy..

Ini tulisan ukhti tersebut - Keyakinan itu~

Tak sabar nak off tag.. 6 pagi sehingga 11 malam selama 7 hari...2 hari lagi..Moga Allah mempermudahkan..

Jzkk ukhti.. Terima kasih ya rabb atas segalanya..

Tak sabar nak tengok video ini selapas habis off tag nanti..
 

“even if you can’t read on your own, with Me, you can”

“even if you can’t change the world on your own, with Me, you can”

Tuesday, September 25, 2012

Cair...


Lihatlah bintang tunggal yang mengintai dari sana, seolah-olah sebiji mata yang cantik yang berkilau dengan kasih mesra dan panggilan cinta.

Lihatlah pula dua bintang yang bersendirian di sana seolah-olah sedang berpujuk rayu jauh dari kesesakan.

Lihatlah pula kumpulan bintang-bintang yang bercantum di sana sini seolah-olah sedang berbual dalam satu lingkungan di temasya langit. Kumpulan-kumpulan itu berkumpul dan berpecah seolah-olah kawan-kawan di malam hari dalam satu temasya. 

Lihatlah pula sang bulan kelihatan sedang berada dalam impian dan berjaga di suatu malam. Ia kelihatan gemilang dan angkuh di suatu malam, kemudian kelihatan muram dan kecewa di malam yang lain. Ia kelihatan laksana bayi yang baru lahir dan berkembang hidup di suatu malam, kemudian ia kelihatan seperti orang tua yang perlahan-lahan berjalan menghilang diri di suatu malam yang lain.

(Petikan Fi Zilalil Quran - Surah Mulk)

Cairnya dengan keindahan bahasa Assyahid Syed Qutb!

Fitrah..


5:41 O Messenger. let not those grieve thee, who race each other into unbelief: (whether it be) among those who say "We believe" with their lips but whose hearts have no faith.....

 "Therefore, stand firm in your devotion to the upright faith - the nature made by Allah, the one on which mankind is created - and the laws of Nature ordained by Allah cannot be changed. That is the standard of true faith, but most among mankind do not know." (30:30)

Fitrah...dan Brother Nouman ceritakan kepentingan biah..

Jujurnya, di hospital saya masih gagal.. Biah yang benar-benar tiada..Saya bencikannya, namun seringkali saya memujuk hati, inilah medan tarbiah saya..

Sangat penting sebenarnya untuk ada hospital sendiri.. Sangat penting untuk duduk bersama ikhwah dan akhawat untuk saling mengingatkan..

Banyak yang Brother Nouman sebutkan.. Kerisauan seorang ayah yang beriman terhadap fitrah anaknya dalam kehidupan dunia ini... Kerisauan tentang diri kita sendiri... Berdenyut kah lagi hati saat melihat aksi-aksi yang memalukan di televisyen? Berdenyutkah hati saat dipaparkan gambar saudara semuslim di Syria? Muhasabahlah.. 

Monday, September 24, 2012

Aduh!

Pemikiran..Aduh!

-----------------------------------

Amat heran saya mendengar kata-kata yang dipakai sebagai alasan untuk menunda pernikahan. “Akhi..”, dengan penuh lembut seorang ikhwan pernah berkata, “Saya kira antum berbicara tentang pernikahan bukan dengan orang yang tepat. Saya ingin menikah, InsyaAllah nanti setelah mengoptimalkan produktivitas dakwah saya. Ada banyak hal yang belum saya lakukan. Kontribusi dakwah saya masih terlalu kecil.

Saya masih jauh dari kualifikasi pemuda yang digambarkan sebagai jundi da’wah. Apa kita nggak malu, bahwa yang kita bicarakan pernikahan, pernikahan dan pernikahan? Lihatlah pemuda-pemuda seperti Usamah ibn Zaid yang menjadi panglima besar di usia 18 tahun. Lihatlah Mush’ab ibn ‘Umair yang di usia duapuluhan menjadi duta untuk membuka da’wah di Madinah. Lihatlah Ali ibn Abi Thallib..”

Allaahu Akbar! Secara pribadi, saya terkagum pada ghirah da’wah beliau yang setegar gunung dan sekukuh karang. Semoga Allah menguatkannya selalu. Hanya saja, saya menganggap bahwa cara berfikir beliau ini berbahaya. Mungkin saya subjektif. Tetapi tersirat dalam kalimat beliau, seolah ada pertentangan antara produktivitas da’wah dengan pernikahan. Sepertinya, kalau sudah menikah maka kita tidak bisa meneladani Usamah, Mush’ab dan ‘Ali. Sepertinya sesudah menikah, tidak memungkinkan menjadi aktivis dengan kemuliaan sebagaimana ketika kita belum menikah. Seolah-olah, puncak prestasi dakwah selalu kita raih sebelum kita menikah.

Sunday, September 23, 2012

Puzzle..

Saya masih mencari. Bila ditanya, maka pencarian tersebut perlu saya gali semula.. Saya yang bukan Melayu, punya darah India - Malabar.. dan saya percaya sejarahnya juga panjang.. Dan saya percaya tali hubungan aqidah yang mengikat hati-hati manusia..

Pembacaan saya terpisah-pisah.. dan saya masih mencari susur galurnya yang panjang ...

Teringat kata-kata seorang sahabat lama tentang perihal ilmu. Saya percaya sejarah ini juga begitu. Kalau ada seratus hayat pun, saya belum pasti dapat mencari sejarah ini. Saya yakin sejarah itu sebenarnya harta orang Islam, dirampas, dipatenkan semula sebagai hak musuh. Hari ini sejarah itu terpisah, bercerai-cerai, dan disorok. Macam kepingan puzzle lama, dihancurkan kecil-kecil, disepah-sepahkan dan disorok lagi. Bak kata sahabat, tak ramai yang nampak dan mahu kutip puzzle-puzzle itu. Untuk kutip sahaja makan masa berapa lama, belum kira nak cantum lagi.

Kalau membaca Natrah - Cinta, Rusuhan, Air Mata oleh Fatini Yakob, saya temui nama-nama seperti Karim Ghani dan perjuangan India Muslim lainnya..

Andai membaca perihal Dahagi, saya juga menemukan sesuatu..

Peristiwa Dahagi
 
Askar-askar India Muslim dan melayu dijatuhkan hukuman tembak (firing squad) dalam peristiwa Dahagi kerana menyokong Khilafah Uthmaniah dan pertahan Palestin.

Dan membaca juga tentang Malik bin Dinar, tabi'en yang membuka dan membawa Islam ke Kerala, India..

Pembacaan saya terpisah-pisah.. Maaf, masih jauh perjalanan untuk mencantumkan segalanya..

Moga Allah mentakdirkan yang terbaik dalam setiap saat dan ketika..Dan saya percaya Dia hanya mentakdirkan yang terbaik buat saya..

Settle..

Ungakapan-ungkapan ustaz tempoh hari banyak membuatkan saya terusan berfikir..

Bila ada yang tanya pada ustaz tentang fikrah/ indoktrinasi, ustaz menjawabnya dalam bahasa yang mudah.. Fikrah adalah kehidupan, angan-angan, mimpi, hidup dan mati kita... Kita tidur dengannya, kita hidup dengannya, kita bermimpi dengannya..

Benarkah hidup, mimpi dan segala kehidupan kita adalah fikrah dakwah dan tarbiah ini? Atau ianya cuma seungkap kata di bibir namun tidak terealisasi sama sekali dalam kehidupan kita? Dalam mimpi kita? Saya pernah bermimpi sedang melakukan resuscitation terhadap bayi, menyelamatkan nyawa bayi.. dan banyak lagi mimpi tentang kehidupan di hospital. Pernah saya bermimpi untuk melakukan resuscitation terhadap umat ini? Belum pernah.. Ya rabb, apa fikrahku sebenarnya???

Seorang ukhti bertanya lagi pada ustaz,"Ustaz, bagaimana kita nak tahu adik-adik kita sudah settle di setiap mustawa/ peringkat tarbiah yang sedang dilalui mereka?" Jawapan ustaz ternyata memberi sentakan yang dalam. Ustaz tidak mahu kita mengadakan sempadan dalam tarbiah, tidak mahu di sana overview kita hanya sejemput cuma..lantas jawapan ustaz, "Kita hanya tahu sudah settle bila melangkahkan kaki ke syurga". Allahu Akbar! Ustaz memberitahu hakikat tarbiah ini adalah iman, dan overview akhirnya adalah akhirat. Allahu Akbar! Bilakah kita mahu menjadi murabbi akhirat, melihat dunia dari jendela akhirat? Melihat segalanya dalam dunia tarbiah ini dari jendela dan overview akhirat?

Di peringkat ini, saya merasakan dalam diri saya sendiri juga ada banyak kelemahan yang tidak settle-settle lagi? Apakah kesudahan sebuah kehidupan andainya settlenya saya adalah di neraka Allah? Nauzubillah... Sungguh banyak taubat yang perlu dilakukan...

SP..

 
muka depan akhbar The Star semalam

Saya sudah menyelesaikan posting O&G dan pediatrik. Antara perkara yang menyedihkan saya di dalam kedua-dua posting adalah perihal zina. Melihat anak-anak yang lahir dari hasil zina, yang tidak berdosa seringkali menghiris luka yang dalam. Ada adik-adik yang belasan tahun lebih muda dari saya melahirkan anak di atas karpet di rumah.. Argghh... Kalau berdasarkan pengalaman, saya berani mengatakan 90% statistik di atas adalah merujuk kepada 'Muslim'.. Arrrrrrrrrggghhhh........

Minggu lepas, saya melihat dua kes dari banyak kes lainnya yang sangat menyedihkan hati saya. Kedua-dua bayi adalah anak luar nikah, dan tambah menyedihkan ibu kedua-dua tersebut sendiri adalah anak luar nikah!

Perkara paling menyedihkan semasa menjadi house officer adalah tika mana disuruh untuk mendapatkan sexual and social history pesakit-pesakit ini. Terkadang menjerit dalam hati sendiri bila disuruh oleh medical officer (MO). Adakah semua ini membuahkan amal? Terkadang kita menjadi busy body, mengintip aib tanpa menyelesaikan permasalahan. Menjadi doktor, terkadang kita terperangkap dalam dunia mengintip kesalahan. Seandainya sudah ada infectious screening (untuk screen sama ada ibu atau bayi menghidap penyakit berjangkit seperti HIV / Hepatitis dan lainnya), masih perlukah kita mendapatkan social history yang tidak menghasilkan amal? Argghhh...

Hati saya sebak melihat ibu-ibu ini. Ada sekali rasa panas yang amat bila melihat kekasih si ibu datang dengan telinga bertindik. Kalau ikutkan hati, serasanya mahu mengerjakan sahaja lelaki tersebut yang menghancurkan kehidupan seorang wanita. Sedih sangat bila melihat nenek si bayi membiarkan sahaja anaknya dengan pasangannya. 

Terkadang bimbang dengan hati sendiri andai ianya tidak berdenyut lagi ketika melihat semua kemungkaran ini. Sebabnya, kerana terbiasa dan kes yang ada begitu melambak-lambak..  Di sebabkan hospital saya adalah hospital IT, pernah sekali saya menjerit di hadapan PC komputer, "Single parent (SP) lagi?!" Sebabnya begitu banyak kes single parent dalam sehari. Dan manusia sekeliling saya ketawa.. Berhak ke kita ketawa melihat semua ini?

Pernah sekali seorang kawan saya, seorang house officer seperti saya menulis list of resolved problem, salah satunya resolved infant of single parent.. sebabnya dah merujuk kes itu pada jabatan sosial yang menyelesaikan kes-kes ini.. Tergelak pun ada, namun bila difikirkan.. sewajarnya diri ini menangis tiada henti melihat realiti umat... Boleh ke status itu resolved? Boleh ke permasalahan itu selesai dengan merujuk kes itu kepada jabatan sosial yang melihat ib-u-ibu ini sebentar cuma dan jawapannya, "dicharge the baby to mother"? Sangat mengerikan.. 

Adakalanya saya kelelahan di dalam dakwah dan tarbiah, berhadapan dengan rencam karenah mutarabbi, tapi mereka adalah harapan.. Saya amat berharap adik-adik ini sedar dengan realiti, dengan jahiliah yang sangat menggoncangkan iman di luar sana.. Betapa kita perlu merasakan kesedaran bahawa kita adalah harapan dan lilin umat ini... Jujur saya rasa bayangan kemenangan itu terlalu jauh seandainya saya melihat realiti di hospital. Terkadang saya kepanasan di hospital, terkadang terasa azab Allah itu akan menimpa saya bila-bila masa sahaja. 

Kita perlu terus bergerak.. bergerak.. dan bergerak...

Popular..


The Quran that honours our prophet, also at the same time records the most hurtful words that were said to him..that the Prophet himself have to recite and remind himself of the words that were said about him- magician, insane, perpetual liar, so many accusations are made against our Prophet SAW. And that were all recorded in the Quran that Allah wants us to remember, it is a fact that, all Prophets though they're the most noble of Allah creation; Allah himself has honoured them..

AT THE SAME TIME, THEY'RE THE PEOPLE THAT FACE THE WORST KIND OF INSULT AND THE WORST KIND OF RIDICULE. BUT WHAT IS SUPPOSE TO BE THE REACTION?! That the prophet himself was told , "Fasbir ala mayaqulun" - "BE PATIENT OVER WHATEVER THEY SAY". I'm fascinated by this ayat because the word 'ma' (arabic) means whatever..whatever they say. Not whatever they said but whatever they might even come up with. The prophet policy is to be patient himself.

THE ONE THING THAT WE SHOULD FELT TO THOSE WHO HATE US; MAKE HATEFUL SPEECH TOWARDS MUSLIMS IS SORROW. WE SHOULD FEEL SORRY FOR THIS PEOPLE. They can't hurt the Prophet, they can't take away his honor, it is given from the sky, it is given from Allah. Nothing on earth can take it away. No article, no cartoons, no speaker, no hate speech, no form of art is gonna take away the dignity of our Prophet SAW. This films, and this kind of attempts are futile, wasteful attempt to try to undermine the message of Islam and to misrepresent Islam. But think about it, us reacting in this emotional manner & engaging in senseless violence, is this not also misrepresenting Islam? Aren't we doing what othr people, the enemy want, for Islam to be misrepresented? "IF YOU CAN BE PATIENT; MAINTAIN YOUR CONSCIOUSNESS OF ALLAH, THEN THAT IS THE MOST NOBLE OF DEED, THE HIGHEST ACCOMPLISHMENT THAT YOU CAN ACCOMPLISH." THAT IS SUPPOSE TO BE THE REACTION OF THE MUSLIMS.

The video was watched by what? 30 people,this loser and his cousins..before we gave it supports .We made it popular. We're the ones whose giving it more fame. The more we react in this way, the more we're encouraging others to presume more hateful speech. We have to learn to respond in mature, civil and higher discourse the way the Quran, &the sunnah, the legacy of our Prophet expects from us.

----------------------------------------

Bestnya fikrah bro Nouman.. 100% agree... Saya setuju cerita itu tak popular sedikit pun.. Orang yang mempopularkan cerita itu adalah orang Islam sendiri.. Banyak link-link website yang menghina Islam, juga tidak popular, namun yang mempopularkannya adalah orang Islam sendiri.. Aduhai ummat..

Thursday, September 13, 2012

Alhamdulillah...

Alhamdulillah thummalhamdulillah... Akhirnya Allah izinkan saya pass posting pediatric.. Sangat cepat masa berlalu.. Sudah hampir setahun saya melalui housemanship.. Terlalu banyak untaian pengalaman yang saya kutip.. Ada yang mengerikan, ada yang membahagiakan.. Allah lebih mengetahui.. Pertolongan Allah ada dalam serba serbi perkara.. Allah mengizinkan saya pass neonatal resuscitation program (NRP) dengan sekali attempt.. Tiada MO yang ada untuk mengajar.. dan saya memperjudikan nasib dengan attempt NRP... Saya belajar dari seorang HO yang mengambil NRP untuk kali ketiga.. Dan Allah juga yang mengajar melalui pengalaman resuscitation bersama MO sebelum ini...

Untuk assessment dengan specialist, saya gagal pertama kali. Allah yang mengizinkan pakar neonatalogi itu memberi peluang kedua untuk saya.. Saat pertama kali gagal minggu lalu, saya sedih.. Shift malam saya sebelum itu dengan seorang MO yang sangat kuat membuli dan membodohkan HO cukup mendownkan saya.. Hatta saya tidak diizinkan solat.. Dan kemudiannya gagal dalam assessment.. Minggu lalu ternyata sangat menguji.. Dan seandainya saya gagal lagi dalam assessment kedua, jawapannya adalah extension selama 3 bulan lagi.. Saya tak cukup kuat melalui semua itu... Andai extension bermakna pengalaman dan ilmu, saya tidak kisah dengan extension.. Tapi andai untuk menjadi boneka, bermakna hari-hari mendatang akan lebih menyakitkan... Syukur Allah membuka hati pakar tersebut untuk melepaskan saya akhirnya..

Dalam ujian itu, Allah masih melihat kita.. melihat sejauh mana keistiqamahan dan kekuatan kita.. Dan Allah jugalah yang memberi kekuatan untuk terus bertahan.. Saya tiada masa untuk menambah ilmu dalam dunia perubatan.. Seringkali saya membawa buku ke hospital kerana tiada masa untuk membaca di luar waktu bekerja.. Tapi percayalah, keistiqamahan kita di jalan ini akan membuka ufuk-ufuk pertolongan Allah.. Dan saya percaya hal itu! Miraculously, Allah izinkan saya melalui housemanship selama setahun ini dengan pertolonganNya.. Dan dia juga menghadirkan seorang ibu yang sangat baik buat saya, menemani saya tiap saat dan ketika.. Alhamdulillah thummalhamdulillah...

Saat sedang membaca untuk assessment, saya menonton discovery channel untuk menghilangkan ngantuk.. dan Allah izinkan saya menonton kisah benar ini.. Mendebarkan.. Sangat mendebarkan.. Mereka berhadapan dengan alam dan kekuasaan Allah yang mencemaskan.. Ujian mereka lebih besar.. Namun pertolongan Allah ada untuk mereka.. Namun sayang mereka tidak mengenali Islam ini..

Entahlah cerita ini membawa perasaan yang sangat mengharukan... Allah menghantarkan kisah ini dalam tika masa yang sangat kritikal buat saya...Allahu A'lam.. Banyak hikmahnya yang saya kutip... Kamu bagaimana? Saya berharap dalam menonton kisah ini bersama mutarabbi saya..

Saturday, September 08, 2012

Tentera...

Fi Zilalil Quran - Surah Jin

Tentera? Yup! Definitely!

Kurrata a'yun..

Sangat down dengan housemanship.. alhamdulillah D&T selalu menjadi kurrata a'yun..

Tadi kami bincang lagi Surah Jin.. Adik-adik pun share doa Rasulullah SAW yang dirakamkan di dalam Fi Zilalil Quran. Sebak sangat baca doa ini, seakan perasaan sendiri sekarang ini... Betapa manusiawinya seorang nabi dalam mengabdi pada kekasihNya... Ahh..sungguh syahdu..

There was an error in this gadget